Apa kabar manis
penyejuk…
Jarak dan ruang mungkin
menjauh berpuluh kilometer.
Memisahkan relung hati
dan jiwa yang dahulu pernah menyatu.
Berbalutkan rasa cemas
menanti kabar.
Berharap merpati membawa
surat darimu menghampiri diri yang merindu.
Apa kabar manis
penyejuk…
Bukan lagi hitungan jam,
namun hari yang dinanti.
Bukan pula hitungan
minggu, bahkan tahun yang harus dilalui.
Terkadang diri ingin
berontak untuk melawan sepi.
Sebab tanpa aku minta,
hadirmu terbayang dalam memori.
Apa kabar manis penyejuk…
Semakin aku menjauh
untuk menyibukkan diri mengenai kamu.
Batinku tak bisa untuk
dibohongi, lagi-lagi langkah terhenti melirik.
Entah aku tak pernah
tahu akan keberadaanmu.
Namun sosokmu begitu
dekat memberikan senyuman terbaik.
Apa kabar manis penyejuk…
Kamu tak lagi dapat
ditemui di pinggir jalan saat menunggu angkutan umun.
Duduk manis di pelataran
masjid yang syahdu, kamupun tetap tidak ada.
Dalam keramaian
ditempat-tempat kuliner yang pernah kita kunjungi masih tidak nampak hadirmu.
Kepadatan toko buku yang
pernah kita kunjungi, bahkan kamu tidak disana.
Lantas aku seperti
boneka berjalan, satu dua langkah perlahan.
Melihat ke depan arah
mata memandang, menikmatinya, hanyut dalam lamunan.
Apa kabar manis
penyejuk…
Terkadang hati iri pada
mereka yang selalu ada penyemangat.
Terkadang diri ingin
memiliki teman untuk mencurahkan.
Berbagi cerita dan
bertukar pikiran, berjalan berdampingan.
Terkadang aku rapuh
untuk melawan kesendirian.
Menghibur diri untuk
bangkit meraih keceriaan.
Namun aku sadar, Allah
inginkan aku mendekap-Nya.
Allah inginkan aku untuk
lebih perhatian kepada-Nya.
Allah inginkan aku untuk
lebih memperbaiki diri untuk-Nya.
Mengganti segala rasa
keinginan hanya untuk dengan-Nya saja.
Apa kabar manis
penyejuk…
Aku harap Allah mempertemukan.
Memberikan kabar kisah
hidup bahagianmu lewat siapapun yang tahu.
Berharap masih
mengizinkan untuk menatapmu dari jauh.
Mendekati dalam doa-doa
indah bersama malaikat.
Karena tidak ada yang
bisa dilakukan selain tetap menjaga dan terjaga.
Cijeruk, 11 Februari
2016
Siti Aisyah
Komentar
Posting Komentar