Langsung ke konten utama

Postingan

Apa Kabar Manis Penyejuk

Apa kabar manis penyejuk… Jarak dan ruang mungkin menjauh berpuluh kilometer. Memisahkan relung hati dan jiwa yang dahulu pernah menyatu. Berbalutkan rasa cemas menanti kabar. Berharap merpati membawa surat darimu menghampiri diri yang merindu. Apa kabar manis penyejuk… Bukan lagi hitungan jam, namun hari yang dinanti. Bukan pula hitungan minggu, bahkan tahun yang harus dilalui. Terkadang diri ingin berontak untuk melawan sepi. Sebab tanpa aku minta, hadirmu terbayang dalam memori. Apa kabar manis penyejuk… Semakin aku menjauh untuk menyibukkan diri mengenai kamu. Batinku tak bisa untuk dibohongi, lagi-lagi langkah terhenti melirik. Entah aku tak pernah tahu akan keberadaanmu. Namun sosokmu begitu dekat memberikan senyuman terbaik. Apa kabar manis penyejuk… Kamu tak lagi dapat ditemui di pinggir jalan saat menunggu angkutan umun. Duduk manis di pelataran masjid yang syahdu, kamupun tetap tidak ada. Dalam keramaian ditempat-tempat kuliner yang...

Bisakah Untuk Mengerti

Bisakah untuk menghargai. Mengerti akan prinsip seseorang. Tak perlu dengan kejailan yang kau anggap lucu. Tanpa kau sadari, kau sudah menusuk tubuhmu untuk terjun dalam api. Menyentuh tangan yang tak pantas untuk kau sentuh. Tak bisakah untuk melihat dengan naluri. Apa kau memperlakukan ibumu seperti itu ? Sedikitpun aku tak bisa bayangkan. Usiamu sudah matang, namun kedewasaan tak nampak dalam diri. Masihkah ingin bermain ? Bersenda gurau, tertawa diatas keceriaan seseorang. Yang kau rengut dari wajah gadis didepanmu. Membuat muka masam tanpa sedikitpun tersenyum. Lalu dengan enak kau berkata “senyum sedikit kenapa, jangan cemberut” Terlihat konyol bukan, bagaimana wanita akan mengikutimu. Akankah terus seperti itu, aku harap tidak. Duhai hati yang keras, lihatlah sedikit akibat dari ulahmu. Semoga dirimu kembali pada fitrah-Nya. Mendewasa dan bijaklah seperti hakikat seorang lelaki perkasa. Caringin, 12 Februari 2016 Siti Aisyah ...

Sahabat Untuk Akhirat

Kau memiiki hak sahabatku. Hak untuk memperjuangan siapa yang berhak menjadi sahabatmu. Hak untuk memutuskan siapa yang pantas untuk tetap menjadi sahabat. Hak untuk meninggalkan yang memang tidak layak untuk bersahabat. Karna dengan siapapun kau bersahabat kau pasti akan banyak menghabiskan waktu dengannya. Saling berdiskusi bertukar pikiran, saling berbagi dalam bahagia maupun kesedihan, bahkan sampai aib dirimu sendiri akan kau ceritakan. Tak ada yang tertutupi bahkan untuk saling menjatuhkan. Semuanya begitu melekat seperti tinta dan kertas yang tak bisa terpisahkan. Kini aku menyadari bahwa yang kau butuhkan adalah sahabat yang sama-sama ingin berjuang. Berjuang dalam ketaatan. Bersemayam dijalan skenario-Nya yang tidak bisa untuk diterpa. Persahabatan yang dibalut dengan cinta dan kasih sayang yang suci. Kesempurnaan dari setiap kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Persahabatan yang kokoh walau seterjal apapun angin yang menghempas kencang untuk merobohkan. Persahabatan ...

Kaupun Perlu Ingat

Hujan…. Aku selalu suka hujan. Bagaimanapun aku suka hujan. Mungkin sebagian orang tidak menyukainya. Namun aku tetap suka hujan walau aku takut dengan becek. Dalam butiran hujan yang jatuh bersamaan. Selalu ada makna disetiap tetesan airnya. Hujan yang datang bersamaan selalu memberikan manfaat yang banyak. Air yang berlimpah, tanaman yang menjalar segar. Tanah yang mendatar luas nan subur. Suasana keheningan yang membuat diri tersadar. Aroma khas hujan yang membuat kedamaian. Meski masa kecilku tidak diijinkan untuk bermain dengan air hujan. Karna setiap orang tua memiliki prinsip tersendiri. Walau diri ini pernah melanggar hal itu. Dalam hidup pun kau banyak menyukai sesuatu termasuk hujan. Namun yang perlu kau ingat, hal yang disukai berlebihan agar sirna. Maka harus tetap dalam stabilitasnya. Dan Allahpun memperingatkan, sesuatu yang kau sukai bisa jadi akan kau benci dikemudian hari. Begitupun dengan perasaanku, aku menyukaimu biasa saja. Tak lebih dan tak ...

Kau Hanya Seorang Manusia

Wajah yang selalu tersenyum dengan siapapun kau berjumpa Kelembutan kasihmu memberikan kenyamanan saat bersama Geliat tawa manis terselipkan dalam kecemasan Tingkahmu menjengkelkan, seolah hadiah pertemuan yang tak akan terlupa Dan apapun yang terlontar dari bibir kecilmu selalu sebuah nasehat. Walau hanya sebuah *kata-kata*, namun memberikan energi positif pemancar keyakinan Karena.... tidak sedikit diri ini selalu takjub dengan makhluk sepertimu Jiwa yang selalu terlihat kuat Jiwa yang selalu terlihat bahagia Jiwa yang selalu terlihat berani Jiwa-jiwa yang hidup dalam kemandirian Yang nampak dengan sikap kedewasaan Yang terlatih dalam kebijaksanaan dan kearifan Dan.... selalu hal baik yang kau ajarkan Betapa bahagianya daku diizinkan mengenalmu Menjadi saksi perjuangan dalam skenario indah hidupmu Sebagai salah satu takdir terbaiknya untuk tetap bersamamu dalam suka maupun duka Yang tak akan pergi dimakan waktu dan usia Tanpa kau sadari, banyak...

Berbagi Bercerita

Jumat, 28 Agsutus 2015 Hujan kedua ditempat hijrahku. Hujan membasahi senja sore hari ini. Mengguyur tanah yang kering. Menyuburkan sawah-sawah yang menguning. Hujan yang penuh berkah dan memang pantas daerah ini untuk mendapatkan hujan. Karna penduduknya yang masih kental dengan nuasana islaminya.  Yaa tepat hari ini pula hari kedua aku singgah di desa ciadeg, meninggalkan keluargaku yang aku sayangi. Menginjak 2 minggu sudah tempat kerjaku pindah ke caringin, tempat pabrik produksinya langsung. Dan sudah dua kalinya pindah tempat kerja. Ini menjadi pengalaman pertamaku. Bukan hanya dalam bekerja melainkan awal langkah untuk hidup mandiri. Aku termasuk orang yang manja. Apa-apa selalu ingin sudah siap. Bahkan dirumahpun selalu saja ada pertikaian entah karna makanan, pekerjaan rumah, maupun hal sepele. Tapi selalu saja ada tawa seusai pertikaian. Maka dari itu biarlah aku mandiri. Membentuk karakter jati diriku sendiri. Agar nanti setiap tiba dirumah aku selalu siap un...

Lanjutkan Perjuanganmu

Tak usah kau risau dan khawatir Keberadaanku disini baik-baik saja Tak usah kau takut kejauhan jarak ini Karena sebenarnya kau selalu dekat Tak usah kau tanyakan posisimu ada dimana Sebab tak perlu tersimpan dihati dan pikiranku Namun akan selalu tersimpan setiap saat dalam doaku Aku wanita biasa yang sedang berjuang Mencintai yang mencinta Apa-apa yang aku lakukan selalu ingin yang terbaik Bahkan kita sama-sama ingin kebahagian dunia dan akhirat Kau tahu, kini yang aku pertahankan adalah seseorang yang kuat agamanya Kecintaannya pada Sang Khalik akan membuatku semakin mencintainya Karena aku percaya laki-laki baik akan disandingkan dengan perempuan yang baik Teruslah untuk melakukan hal baik, baik, dan lebih baik Bukan untuk aku atau dirimu Melainkan untuk-Nya yang memberikan hidup Sebab hal baik akan kembali melainkan untuk kebaikan dirimu Lanjutkan perjuanganmu untuk hijrah... Muhara, 31 Juli 2015 Siti Aisyah