Langsung ke konten utama

Selamat! Kamu Telah Berhasil

Sejak dulu tak pernah terlintas situasinya akan seindah ini. Hingga niatan itu selalu hadir terbayang dalam pikiran, mendorong aku untuk mengutarakan apa yang terganjal dalam hati. Meski sebelumnya, banyak hal yang dibicarakan mengenai perubahan diri. Dan memang dalam lingkup percakapan tentang hal yang ingin dijalani. Terutama soal masa depan, impian-impian yang ingin segera diwujudkan. Harapan-harapan yang tidak pernah pupus karena ada senyum yang menyemangati meski kelemahan diri terkadang manjatuhkan. Sampai-sampai tidak ada kecanggungan dalam menceritakan. Mempercayai seiring waktu hingga terciptalah sebuah "kenyamanan".

Sungguh sedikitpun aku tidak pernah menyesal mengenal dan hadir dikehidupanmu. Menjadi kawan setia menemani kehidupan duniamu. Sebab dirimu seperti oase dipagi hari yang selalu memancarkan semangat dalam hidup, menumbuhkan kesejukkan. Kau menjagaku dengan baik, melindungiku agar selalu dalam kondisi aman. Dan yang paling aku suka adalah ada saja kesan yang berbeda setiap kita berjumpa.

Meskipun buih-buih itu tumbuh namun hati ia meminta untuk dijinakkan, dihapuskan barang sebentar waktu atau batas yang tidak ditentukan kapan akan berakhir. Hingga aku memutuskan untuk pergi, menjauhkan jarak dan segala interaksi yang biasanya terjalin menyapa suasana hari. Begitu takut pada labuhan berlumur dosa, lalu menyampaikannya pada tempat yang nista. Justru kita hidup didunia ini hanya untuk mendapatkan rida Allah bukan? Meski guncangan nafsu begitu dahsyat lantas hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk membenarkan sesuatu yang bukan disyariatkan. Biarlah ia tawadhu pada jiwa yang kuat menahan nafsu. Menjauhkan jarak yang sempat dekat lalu menata hati agar tetap terlatih pada hal baik yang kan melekat. Menerima untuk tidak takut pada sesuatu yang bukan haknya untuk dimiliki. Bukankah kita menginginkan kebahagian yang diukir dengan cara yang diridonya menjadi nikmat yang patut disyukuri ?

Hal yang sulit saat aku mengutarakan, lantas butuh pengumpulan keberanian untuk menyampaikan apa yang ingin mulut ucapkan. Jiwaku membisu, pikiranku melayang antara cemas dan takut menghancurkan kebahagiaan yang sedang dirasa. Dan matapun mulai berbicara dengan derai tanggis saat ingatan menghampiri. Pada akhirnya, aku memilih untaian kata yang terangkai begitu hati-hati dalam setiap kalimat yang mewakili lidah berbicara. Disisi lain berusaha melapangkan hati, meluaskan pikiran untuk hal yang sebentar lagi terjadi. Apapun resiko yang akan menghampiri nanti.

Dan pada akhirnya, aku memahami. Sesuatu yang ingin dijalani membutuhkan proses yang dinikmati. Bukan karena tidak bisa selagi mau berusaha. Sebab hal yang diperjuangkan pasti akan menghantarkan dirimu pada wujud sebuah impian. Kebahagian itu akan tiba suatu hari nanti. Kita seperti bunga-bunga yang baru saja kuncup untuk mekar. Bertabur indah dan harum menghiasi taman-taman. Ia akan menjadi hadiah terindah bagi orang-orang yang bersabar.

Ketika kita mengambil keputusan dengan melibatkan-Nya lalu melepaskan sesuatu yang kita senangi karena alasan syarI, maka jangan takut. Percayalah sebab Allah akan menggantinya untukmu bahkan yang berlebih.

Saat ini, biarlah kamu menyelesaikan egomu. Menapaki kehidupan mencari "jati diri" mengenai dirimu. Saat ini, biarlah kamu mengistiqomahkan langkah itu. Meyudahi segalanya yang pernah tersimpan rapih dilubuk hati. Meski tidak mudah. Akan ada banyak hasutan menyapa diri saat kerinduan menjelma. Kegoncangan hati yang mungkin tidak bisa dibendung lagi selain memikirkannya dengan nalar yang jernih. Maka ketika yakin, pasti segalanya akan baik-baik saja. Tidak usah getir dengan apapun yang akan terjadi dihari esok nanti. Sebab kau memilih sesuatu bukan karena kemauanmu melainkan keharusan untuk merubah takdir agar tetap kembali sejalan pada hakikatnya kau diciptakan.

Bantulah aku untuk menjaga kehormatanku. Menjadikan diriku agar tetap seperti BERLIAN yang mahal dan tidak sembarangan orang menyentuhnya. Aku ingin seperti matahari yang silaunya mampu menundukkan sebelum mata memandangnya. Namun cahayanya memberikan manfaat besar pada kehidupan semua makhluk dibumi-Nya.

Jika nanti dipertemukan, aku hanya ingin berkata selamat, kamu telah berhasil. Berhasil melawan dirimu sendiri. Sehari, seminggu, berbulan-bulan bahkan hitungan tahun. Kita sudah membuktikannya bahwa kita mampu, kita bisa menjalaninya walau harus merintih kesakitan dalam kesendirian, kesunyian yang selalu menjadi teman namun kau hebat, laki-laki terhebat yang aku temui dalam kisah indah perjalanan hijrahku.

Dan kini hati sudah ikhlas menerima. Bahagia menjalankannya. Menggantinya dengan kesibukan pembenahan diri. Tidak ada lagi kesedihan bahkan hal yang perlu dikhawatirkan karena sudah dipercayakan pada Sang Pengatur Kehidupan.

Terus berjuang.


Caringin, 17 Juni 2016
Siti Aisyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syarat Untuk Wanita Yang Ingin Dinikahi

Pembelajaran sore ini sangat menarik. Meski sebelum-sebelumnya tidak kalah menarik terlebih dengan dosen yang mampu menguasai kelas dengan baik dan efektif. Hingga pembelajaran terasa hidup. Apalagi untuk sebagian mereka yang baru pulang bekerja, rasanya masuk kelas itu hanya dengan sisa tenaga dan semangat, bisa pula yang terasa adalah rasa kantuk sehingga tidak fokus untuk menyimak. Hal yang dibahas pada sore ini adalah tentang Peranan Keluarga Dalam Islam. Pembelajaran semakin seru tatkala dosen mengajukan pertanyaan pada anak laki-lakinya. Mengapa hanya kepada laki-laki? karena wanita dipilih dan wanita juga yang memutuskan untuk menerima pinangan atau tidak. Dosen saya mengajukan bertanyaan "Apa syarat untuk wanita yang ingin kalian nikahi?" Sudah tidak asing sih saya mendengar pertanyaan tersebut. Berbagai macam jawabanpun terlontar dari kaum ikhwan. Diantaranya yaitu wanita yang cantik, sholehah, wanita yang sering ke masjid, wanita yang menutup aurat, wanita yang me...

Khadijah Binti Khuwailid ra

Kita akan menjelajahi bintang pertama dari gugusan bintang kenabian. Kita akan berjumpa dengan simbol kesucian, kehormatan, dan ketakwaan. Juga bersua dengan sekuntum bunga yang menyebarkan aroma wewangian sehingga memenuhi atmosfer seluruh penjuru dunia dengan keharumanan iman, pengorbanan, kedermawanan, dan pembelaan. Kita akan menemui orang yang pertama kali memeluk islam dari golongan wanita. #Orang pertama yang shalat bersama Rasulullah saw. #Wanita pertama yang memberi keturunan kepada Nabi saw. #Wanita pertama diantara istri-istri Nabi saw yang mendapat berita dijamin masuk surga. #Orang pertama yang menerima ucapan salam dari Allah. #Wanita pertama yang masuk kategori shiddiq #Istri Nabi saw yang pertama kali meninggal dunia. #Orang pertama yang kuburannya dipersiapkan oleh Nabi saw. Dia beriman kepada Nabi saw disaat semua orang kafir kepadanya. Membenarkan risalah beliau disaat semua orang mendustakannya. Mengorbankan seluruh hartanya untuk kepentingan ...

Edelwis Yang Dirindukan

Entah seperti ada namun tiada Seperti hadir menatap lamat-lamat Namun sebenarnya amat sangat jauh untuk dekat Merasakan bahwa selalu menemani Walau itu hanya bayangan semu Rasanya ingin menanggis jika aku tak mampu menahan Aku lemah jika rindu itu merasuk jiwaku Yaa Allah... aku takut Buih-buih rindu itu merusak batinku Aku hanya bisa menikamnya lantas aku pendam Aku hanya bisa memantaunya dari jauh, walau aku tau dia amat tertutup untuk aku usik Aku hanya bisa menyebut namanya dalam setiap doaku Aku sadar, aku masih anak kecil yang membutuhkan banyak asupan ilmu Aku masih butuh banyak belajar akan permasalahan itu Aku butuh Allah untuk selalu ada di sampingku Untukmu edelwis yg aku rindu Gunung Putri, 30 Maret 2015 Siti Aisyah